THE LEGEND -SLIDE

The Legend

The Legend

Januari 26, 2010

THE LEGEND V - CALENDER and TIMES (PARHALAAN)


Parhalaan  

Parhalaan merupakan sistem almanak atau kalender batak, berdasarkan pergerakan waktu (Pane Na Bolon). Pustaha Parhalaan pada dasar nya dibuat dari kulit binatang dan kulit kayu serta digunakan untuk pedoman suatu kegiatan.Misal kapan harus diadakan kegiatan saat menanam atau memanen, kapan saat yang tepat untuk mengadakan pesta pernikahan, membangun rumah dan lain-lain.

Kalender Batak ini banyak di jumpai di Pulau Samosir . Akan tetapi, bukan berarti di daerah lain sekitar Sumatera Utara kalender tidak dapat ditemui. Ini disebabkan kalender ini (yang beragam bentuknya) telah menjadi bagian dari industri kerajinan di Sumatera Utara secara umum sebagai sebuah suvenir untuk turis. Meski demikian, kalender/penanggalan Batak tidaklah semata artefak fisik budaya karena ia lebih sebuah refleksi pengetahuan untuk penyelenggaraan kegiatan yang dimanifestasikan terhadap fenomena alam, perbintangan, gerak matahari, perjalanan bulan yang mengelilingi bumi. Kalender Batak dengan demikian merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu pengetahuan yang menjadi warisan budaya. Adapun warisan-warisan budaya tersebut di susun/di tulis oleh para leluhur suku Batak yang di kenal dengan sebutan pustaha. Dengan ukuran yang bervariasi, kalender Batak atau parhalaan biasanya terdiri dari 12 ruas bambu yang juga berarti 12 bulan dan setiap ruas memuat masing-masing 30 hari. Namun, ada juga parhalaan yang terdiri atas 13 ruas. Ruas bambu pertama terletak dipinggir kanan dan ruas bambu ke-dua belas terletak di pinggir kiri. Hal ini dapat lihat dari torehan angka urut 1-12 dari kiri ke kanan. Pada prinsipnya, kalender tersebut tidak pernah dipakai untuk penanggalan melainkan ditujukan untuk meramal hari baik yang disebut panjujuron ari.Karena parhalaan didasarkan pengitaran bulan mengelilingi bumi, satu tahun terdiri atas 12 bulan, masing-masing 30 hari sehingga keseluruhan hari berjumlah 355 hari.Pada diagram parhalaan yang tertoreh di atas permukaan ruas bambu, tampak 12 atau 13 bulan dengan masing-masing batasan hari dengan garis melintang dan membujur. Selain itu, tampak pula beberapa garis sudut menyudut yang masing-masing berpangkal pada hari ke-7, ke-14, ke-21, dan ke-28 di bulan purnama. Pada bulan kedua, hari yang kena garis diagonal tersebut adalah hari ke-6, ke-13, dan seterusnya. Hari-hari ini dikenal sebagai ari na pitu -- hari-hari yang ketujuh yang harus dihindarkan jika ingin memulai suatu pekerjaaan yang baru. Selain ari na pitu tersebut, terdapat gambar kalajengking (hala) yang telah tersebut di atas. Pada hari yang ditempati kepala, badan, atau ekor menandakan tidak diperbolehkannya upacara apa pun dilakukan. Hari-hari yang lain ditandai dengan bermacam-macam lambang yang tidak selalu seragam. Hari yang baik biasanya ditandai dengan sebuah titik yang melambangkan butir padi, sedangkan hari yang tidak menentu ditandai dengan tanda silang. Hari-hari yang lain biasanya kurang menguntungkan. Beberapa hari juga ditandai dengan huruf.Pada parhalaan hari yang ditandai  : 

01.(ha) (na) (ta) dan (o) adalah hari baik... 

02.(ra) menandai hari yang dapat diragukan... 

03.(pa) (sa) (la) (nga) (ngu) (hu) (ba) menandai hari yang buruk...

Dengan membaca parhalaan, setidaknya kita temui prinsip Batak yang disebut Dalihan Natolu yang secara bahasa berarti 'satuan tungku tempat memasak yang terdiri dari tiga batu'. Pada zamannya, masyarakat Batak punya kebiasaan memasak di atas tiga tumpukan batu, dengan bahan bakar kayu. Tiga tungku itu dalam bahasa Batak disebut dalihan. Falsafah dalihan natolu paopat sihal-sihal dimaknakan sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan masyarakat Batak.

Pustaha Parhalaan terdiri dari :


01.Parhalaan........Untuk menilik hari baik atau hari buruk

02.Panggilingan....Untuk menilik dan menerangkan lebih lanjut sifat dari (hari) tersebut di dalam parhalaan


03.Pandesaon.......Untuk mencocokkan urutan hari-hari tersebut agar tidak terlanggar Pane Na bolon.

Pustaha Parhalaan ini terbagi empat dalam masyarakat suku Batak Toba yakni :

01.Pustaha Si Baganding...................di gunakan dalam bius Balige

02.Pustaha Parbuhitan.......................di gunakan dalam bius Uluan

03.Pustaha Si Tua hoda.....................di gunakan dalam biusPangururan

04.Pustaha Si Tiga Bulan...................di gunakan pada umum nya seluruh suku Batak.


Untuk dapat mengetahui kegiatan yang hendak dilakukan dan tepat guna maka suku Batak membagi waktu yang bertitik tolak dari hasil pengamatan dan penglihatan alam tersebut adalah sebagai berikut :

Pengetahuan tentang Tahun
Pemikiran tentang Tahun di anggap selalu berulang-ulang bagi masyarakat suku Batak sehingga tidak pernah membuat suatu titik tolak permulaan tahun (Tarikh).

Pengetahuan tentang Bulan
Satu tahun terdiri dari 12 bulan dan setiap tiga tahun sekali pada tahun ke-4 terdapat bulan 13 (Lamadu). Bulan pertama jatuh diantara bulan Maret-April (tahun Masehi), adapun nama bulan-tersebut adalah sebagai berikut :
01.Sipaha Sada................(Bulan Pertama)
02.Sipaha Dua.............................(II)
03.Sipaha Tolu............................(III)
04.Sipaha Opat...........................(IV)
05.Sipaha Lima...........................(V)
06.Sipaha Onom..........................(VI)
07.Sipaha Pitu.............................(VII)
08.Sipaha Ualu............................(VIII)
09.Sipaha Sia...............................(IX)
10.Sipaha Sampulu......................(X)
11.Li..............................................(XI)
12.Hurung....................................(XII)
13.Lamadu....................................(XIII)

Pengetahuan tentang hari
Satu bulan sama dengan 30 hari. Adapun nama hari-hari tersebut adalah :
01.Artia
02.Suma
03.Anggara
04.Muda
05.Boraspati
06.Singkora
07.Samisara
08.Antian ni Aek
09.Suma ni Mangadap
10.Anggara Sampulu
11.Muda ni Mangadap
12.Boraspati ni Tangkok
13.Singkora Purnama
14.Samisara Purnama
15.Tula
16.Suma ni Holom
17.Anggara ni Holom
18.Muda ni Holom
19.Boraspati ni Holom
20.Singkora Mora Turun
21.Samisara Mora Turun
22.Antian ni Anggara
23.Suma ni Mate
24.Anggara ni Begu
25.Muda ni Mate
26.Boraspati na Gok
27.Singkora Duduk
28.Samisara Bulan Mate
29.Hurung
30.Ringkar

Pengetahuan tentang (waktu) dalam satu hari,peredaran matahari (terbit dan terbenam nya) yang terbagi menjadi dua bagian waktu yakni Arian dan Borngin.
Untuk Arian :
01.Binsar Mataniari...............06:00(wib)
02.Pangului...........................07:00(wib)
03.Tarbakta..........................08:00(wib)
04.Akta Raja........................09:00(wib)
05.Sagang Ari.......................10:00(wib)
06.Humarang........................11:00(wib)
07.Hos.................................12:00(wib)
08.Guling..............................13:00(wib)
09.Guling Dao......................14:00(wib)
10.Tolu Gala.........................15:00(wib)
11.Dua Gala.........................16:00(wib)
12.Sagala..............................17:00(wib)
13Sundut/Mate ni Mataniari..18:00(wib)

Untuk Borngin :
14.Samon.................................19:00(wib)
15.Hatiha Mangan....................20:00(wib)
16.Tungkap Hudon...................21:00(wib)
17.Sampe Modom...................22:00(wib)
18.Sampe Modom na Bagas.....23:00(wib)
19.Tonga Borngin.....................24:00(wib)
20.Haroro ni Panangko.............01:00(wib)
21.Tahuak Manuk Sahali..........02:00(wib)
22.Tahuak Manuk Dua hali.......03:00(wib)
23.Buha-buha Ijuk....................04:00(wib)
24.Torang ni Ari.......................05:00(wib)

Secara khusus lagi terbagi dalam 5 besar Waktu yaitu :
01.Sogot.........05:00-07:00(wib)
02.Pangului.....07:00-11:00(wib)
03.Hos...........11:00-13:00(wib)
04.Guling........13:00-17:00(wib)
05.Bot............17:00-18:00(wib)

Pengetahuan akan musim
Untuk mengetahui keadaan iklim, cuaca angin petunjuk (kompas) dll, suku batak juga membagi arah mata angin menjadi (8) yang di kenal sebagai Desa Na Ualu yakni :
01.Purba = Timur
02.Anggoni = Tenggara
03.Dangsina = Selatan
04.Nariti = Barat Daya
05.Pastima = Barat
06.Manabia = Barat Laut
07.Utara
08.Irisanna = Timur Laut

Pengetahuan waktu lainnya
Dalam kehidupan sehari-hari nya suku Batak juga masih membagi waktu diantara nya adalah :
01.Sangkidop Mata...................Sekejap Mata
02.San Sillam............................Sekilas
03.Satongkin.............................Sebentar
04.Satangkir Isap
05.Sasaindahan
06.Sangombas...........................Sekali
07.Sahatiha...............................Seketika
08.Sadari saborngin...................Satu hari satu malam
09.Saonan.................................Satu minggu
10.Sabulan................................Satu bulan
11.Sauris...................................Semasa penyakit Ayam
12.Sangenge..............................Semasa penyakit cacar
13.Saumur jolma........................Seumur hidup
14.Sasundut...............................Satu generasi
15.Sa Abad...............................Selama 100 tahun.

Parhalaan merepresentasikan cara pandang hari baik dan hari yang buruk Pada gilirannya merupakan refleksi sistem kepercayaan/falsafah Batak terhadap alam kosmis. Karena parhalaan merupakan pijakan penting untuk menentukan berbagai acara adat, dengan sendirinya termaktub pula sistem-sistem kepercayaan lain sehubungan dengan kaitan antara laki-laki-wanita, dominasi gender, keutamaan hierarki. Di saat bersamaan menggandeng pula wacana keharmonisan yang terletak di antara cara pandang dualistik.

Meski di masa sekarang parhalaan jarang dipergunakan, sebagai refleksi astronomi masyarakat Batak, pengetahuan untuk memahami dunia luar dengan dunia dalam atau dunia atas dengan dunia bawah adalah kekayaan khazanah ilmu pengetahuan lokal yang penting.  Mungkin perlu dicatat bahwa kelompok suku Batak yang masih menggunakan kalender ini adalah kelompok Parmalim. Parmalim adalah aliran kepercayaan yang berdasarkan pada agama leluhur Batak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar